Pemenang Harapan II Lomba Blog - Brand Lokal Lebih Keren
Apa yang langsung terlintas dalam fikiranmu ketika membaca tagline Local Brand Lebih Keren, yang diusung oleh SMESCO Indonesia untuk mempromosikan produk UKM?
Apakah sepatu handmade dari Cibaduyut yang terkenal bagus dan awet? Atau guci dan keramik buatan pengrajin di desa wisata Kasongan - Yogyakarta, yang diburu wisatawan karena bernilai seni tinggi? Atau produk coklat isi dodol dari garut yang tak kalah enaknya dengan coklat Belgia?
Apapun itu, mari sejenak lupakan dulu sederet nama produk UKM berkualitas dan terkenal, yang mulai bermunculan dalam ingatan. Sekarang saya ingin bercerita tentang pertemuan saya dengan seorang fashion blogger sukses bernama Heidy Kalalo. Karirnya di bidang fashion terbilang sukses. Salah satu project yang ia tangani adalah mendandani Narji supaya mirip dengan Sandi Sandoro dalam iklan produk air minum kemasan di TV.
Saya bertemu dengannya untuk pertama kali di Bandara Soekarno Hatta, sebelum kami terbang ke Bangkok untuk menghadiri acara gathering komunitas blogger se-Asia. Gayanya waktu itu terlihat sederhana namun tetap stylish. Ia mengenkan blouse merah dan celana blue jeans. Sneakers-nya yang berwarna hitam, serasi dengan handbag hitam yang disandangnya.
Namun yang membuat saya tertarik adalah aksesoris yang ia pakai. Mulai dari kalung, cincin, serta gelang-gelang di pergelangan tangannya. Penggunaannya yang tidak berlebihan membuat penampilannya jadi terlihat manis dan keren.
Sesampainya di Bangkok, kami langsung check-in di hotel, kemudian menuju mal untuk makan siang. Saat kami sedang menunggu skytrain tiba di stasiun, saya baru menyadari kalau Heidy sudah berganti outfit. Pakaian yang ia pilih masih dengan jenis dan potongan yang sederhana. Namun gayanya tetap tampak manis dengan tambahan aksesoris yang ia pakai. Dan namanya juga fashionista, ganti baju, ya harus ganti aksesorsi juga.
Sesampainya di mal, sembari menikmati makan siang, kami mulai akrab dan mengobrol. Dalam obrolan kami, aksesoris menjadi salah satu bahasan yang menarik. Saat itulah Heidy mengungkapkan bahwa semua aksesoris yang ia bawa dan dipakai selama di Bangkok adalah produk buatan Indonesia.
"Gue seneng aja pakai aksesoris yang unik, biar orang tertarik trus nanya-nanya. Jadi gue bisa pamerin deh, kalo brand lokal Indonesia tuh ngga kalah keren dibanding produk branded dari luar negeri." Ujarnya.
Bukan Sekedar Isapan Jempol
Pujian Heidy terhadap brand lokal yang ia nilai keren dan berkualitas ternyata memang bukan isapan jempol semata. Saya sendiri sering menonton acara TV yang mengulas produk UKM Indonesia yang berhasil menembus pasar Internasional. Begitu juga ketika sedang traveling ke berbagai daerah di Indonesia. Pernak-pernik souvenir, makanan khas, sampai kain-kain handmade adalah sisi lain traveling yang menarik perhatian. Jadi wajar saja kalau saat mengunjungi UKM Galeri - SMESCO Indonesia, saya merasa sedang keliling Indonesia dalam lingkup yang lebih kecil.
UKM Gallery - SMESCO Indonesia
UKM Gallery - SMESCO Indonesia, berada di kawasan SME tower, Jl. Gatot Subroto kav. 94, Jakarta Selatan. Di gedung yang dijadikan sebagai galeri produk unggulan UKM dari seluruh provinsi di Indonesia itu, saya menemukan banyak produk-produk keren dan berkualitas.
Mulai dari yang etnik seperti koteka, sampai yang bergaya modern seperti gaun cantik dari batik. Mulai dari pernak-pernik berukuran kecil untuk pajangan maupun aksesoris, sampai dengan barang-barang kebutuhan rumah tangga untuk penggunaan sehari-hari. Juga produk makanan dan minuman yang sangat tipikal dari berbagai daerah.
Beberapa di antaranya bahkan ada yang membuat saya terkejut, karena selama ini saya fikir produk tersebut adalah buatan luar negeri, tetapi ternyata asli warisan Indonesia. Salah satu contohnya adalah radio Cawang dengan design artistik dan antik.
Keseharian Saya Bersama Produk Lokal
Sejak kecil saya sudah sangat akrab dengan Radio Cawang. Saya masih ingat betul bagaimana keseharian almarhum kakek saya, dengan radio cawang tipe 4 band miliknya. Siaran favoritnya yaitu langgam jawa saat siang hari, serta siaran ludruk dan wayang saat malam sebagai pengantar tidurnya. Kalau almarhumah nenek, sukanya mendengar siaran drama radio Misteri Nini Pelet & Brama Kumbara.
Sementara saya, sebagai remaja yang masih duduk di bangku SMP tahun 90-an ketika itu, paling suka siaran musik yang penyiarnya bisa membacakan atensi dan pendengar bisa request lagu. Saya juga tidak pernah melewatkan siaran ramalan zodiac di radio. Dengan senang hati saya akan mencatat hasil ramalan semua zodiac setiap minggu, dan dibawa ke sekolah keesokan harinya untuk dibaca teman-teman sekelas.
Mengingat kenangan keluarga bersama Radio Cawang, saya jadi tersadar bahwa ternyata saya sudah begitu dekat dan akrab dengan brand lokal sejak jaman dahulu. Dan ini membuat saya berhitung. Saat ini, selain baju batik yang memang hampir semua orang punya, ada berapa banyak, ya, produk lokal yang saya gunakan sehari-hari di rumah?
Beberapa produk UKM yang saya punya di rumah
Foto di atas adalah beberapa produk UKM yang saya punya. Kamu juga punya, kan? Jika ternyata belum banyak brand lokal yang kita pakai, yuk sama-sama beralih ke local brand yang terbukti lebih keren! Anda mungkin juga meminati:
Apa yang langsung terlintas dalam fikiranmu ketika membaca tagline Local Brand Lebih Keren, yang diusung oleh SMESCO Indonesia untuk mempromosikan produk UKM?
Apakah sepatu handmade dari Cibaduyut yang terkenal bagus dan awet? Atau guci dan keramik buatan pengrajin di desa wisata Kasongan - Yogyakarta, yang diburu wisatawan karena bernilai seni tinggi? Atau produk coklat isi dodol dari garut yang tak kalah enaknya dengan coklat Belgia?
Apapun itu, mari sejenak lupakan dulu sederet nama produk UKM berkualitas dan terkenal, yang mulai bermunculan dalam ingatan. Sekarang saya ingin bercerita tentang pertemuan saya dengan seorang fashion blogger sukses bernama Heidy Kalalo. Karirnya di bidang fashion terbilang sukses. Salah satu project yang ia tangani adalah mendandani Narji supaya mirip dengan Sandi Sandoro dalam iklan produk air minum kemasan di TV.
![]() |
Topi & cincinnya produk lokal Indonesia, lho! |
Namun yang membuat saya tertarik adalah aksesoris yang ia pakai. Mulai dari kalung, cincin, serta gelang-gelang di pergelangan tangannya. Penggunaannya yang tidak berlebihan membuat penampilannya jadi terlihat manis dan keren.
Sesampainya di Bangkok, kami langsung check-in di hotel, kemudian menuju mal untuk makan siang. Saat kami sedang menunggu skytrain tiba di stasiun, saya baru menyadari kalau Heidy sudah berganti outfit. Pakaian yang ia pilih masih dengan jenis dan potongan yang sederhana. Namun gayanya tetap tampak manis dengan tambahan aksesoris yang ia pakai. Dan namanya juga fashionista, ganti baju, ya harus ganti aksesorsi juga.
Sesampainya di mal, sembari menikmati makan siang, kami mulai akrab dan mengobrol. Dalam obrolan kami, aksesoris menjadi salah satu bahasan yang menarik. Saat itulah Heidy mengungkapkan bahwa semua aksesoris yang ia bawa dan dipakai selama di Bangkok adalah produk buatan Indonesia.
"Gue seneng aja pakai aksesoris yang unik, biar orang tertarik trus nanya-nanya. Jadi gue bisa pamerin deh, kalo brand lokal Indonesia tuh ngga kalah keren dibanding produk branded dari luar negeri." Ujarnya.
Bukan Sekedar Isapan Jempol
Pujian Heidy terhadap brand lokal yang ia nilai keren dan berkualitas ternyata memang bukan isapan jempol semata. Saya sendiri sering menonton acara TV yang mengulas produk UKM Indonesia yang berhasil menembus pasar Internasional. Begitu juga ketika sedang traveling ke berbagai daerah di Indonesia. Pernak-pernik souvenir, makanan khas, sampai kain-kain handmade adalah sisi lain traveling yang menarik perhatian. Jadi wajar saja kalau saat mengunjungi UKM Galeri - SMESCO Indonesia, saya merasa sedang keliling Indonesia dalam lingkup yang lebih kecil.
UKM Gallery - SMESCO Indonesia
UKM Gallery - SMESCO Indonesia, berada di kawasan SME tower, Jl. Gatot Subroto kav. 94, Jakarta Selatan. Di gedung yang dijadikan sebagai galeri produk unggulan UKM dari seluruh provinsi di Indonesia itu, saya menemukan banyak produk-produk keren dan berkualitas.
Mulai dari yang etnik seperti koteka, sampai yang bergaya modern seperti gaun cantik dari batik. Mulai dari pernak-pernik berukuran kecil untuk pajangan maupun aksesoris, sampai dengan barang-barang kebutuhan rumah tangga untuk penggunaan sehari-hari. Juga produk makanan dan minuman yang sangat tipikal dari berbagai daerah.
Beberapa di antaranya bahkan ada yang membuat saya terkejut, karena selama ini saya fikir produk tersebut adalah buatan luar negeri, tetapi ternyata asli warisan Indonesia. Salah satu contohnya adalah radio Cawang dengan design artistik dan antik.
![]() |
Cawang Art Radio |
Sejak kecil saya sudah sangat akrab dengan Radio Cawang. Saya masih ingat betul bagaimana keseharian almarhum kakek saya, dengan radio cawang tipe 4 band miliknya. Siaran favoritnya yaitu langgam jawa saat siang hari, serta siaran ludruk dan wayang saat malam sebagai pengantar tidurnya. Kalau almarhumah nenek, sukanya mendengar siaran drama radio Misteri Nini Pelet & Brama Kumbara.
Sementara saya, sebagai remaja yang masih duduk di bangku SMP tahun 90-an ketika itu, paling suka siaran musik yang penyiarnya bisa membacakan atensi dan pendengar bisa request lagu. Saya juga tidak pernah melewatkan siaran ramalan zodiac di radio. Dengan senang hati saya akan mencatat hasil ramalan semua zodiac setiap minggu, dan dibawa ke sekolah keesokan harinya untuk dibaca teman-teman sekelas.
Mengingat kenangan keluarga bersama Radio Cawang, saya jadi tersadar bahwa ternyata saya sudah begitu dekat dan akrab dengan brand lokal sejak jaman dahulu. Dan ini membuat saya berhitung. Saat ini, selain baju batik yang memang hampir semua orang punya, ada berapa banyak, ya, produk lokal yang saya gunakan sehari-hari di rumah?
Beberapa produk UKM yang saya punya di rumah
Foto di atas adalah beberapa produk UKM yang saya punya. Kamu juga punya, kan? Jika ternyata belum banyak brand lokal yang kita pakai, yuk sama-sama beralih ke local brand yang terbukti lebih keren! Anda mungkin juga meminati:
No comments