Dari Mengurusi Pesawat, Malah Sukses Bergumul Tanah Liat

Tujuh tahun lalu, Belmont Setiawan masih berkutat mengurusi mesin pesawat terbang. Sebagai lulusan dari jurusan teknik mesin, pekerjaan tersebut terasa
pas untuk dia. Namun seiring berjalannya waktu dan keinginan untuk maju, pria yang sudah pelesiran ke berbagai negara ini berpikir untuk mandiri dan tidak bergantung dengan perusahaan tempatnya bekerja. Keputusan itu akhirnya terwujud. Pada akhir 2006, bersamasama dengan istrinya, Belmont mulai merintis usaha membuat pernak pernik dari tanah liat dibantu 12 orang karyawannya. “Awalnya kita membuat pesanan untuk souvenir. Masih sedikit, tapi lama-kelamaan pesanannya makin bertambah. Sejak saat itu, saya mulai mengembangkan usaha ini untuk terus maju,” kata Belmont pemilik Pernak-Pernikku ketika dihubungi Smesco Magz. Lambat laun, usaha membuat pernak pernik bertambah besar dan pesanan pun makin membludak. Belmont pun memutuskan berhenti dari tempat dia bekerja saat itu. “Saya sudah tidak mampu membagi waktu karena pesanan yang datang makin bertambah. Saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan membesarkan usaha ini,” ceritanya.
Pria yang dikaruniai beberapa anak dari istrinya tercinta, Yuyun Belmont, termasuk pria yang gigih dan punya prinsip. Keputusannya berhenti bekerja dari perusahaan yang besar merupakan keputusan yang sulit. Dia harus keluar dari zona nyamannya. Tapi, katanya, lebih baik jadi kepala semut ketimbang jadi buntut. “Ini yang memotivasi saya untuk maju dan mandiri. Semua keputusan ada ditangan kita bukan orang lain,” paparnya.

Membuat usaha yang memadukan unsur kreatifitas seni ini tidaklah mudah. Salah sedikit atau kualitasnya tidak mumpuni maka kita akan ditinggalkan pelanggan. Karena itu, Belmont selalu mengedepankan soal kualitas dan kreasi. “Selama ini, sering kali ada pemikiran kita sudah merasa cukup dengan membuat saja dan mengindahkan unsur kreasi dan kualitasnya. Padahal, yang utama dari usaha seperti ini adalah kedua hal itu, ini yang akan membuat usaha kita lain dari yang lain,” kata Belmont, ditanya soal perbedaan produknya dengan produk yang lain. Saat ini pesanan yang datang ke Pernak Pernikku tidak sebatas souvenir saja, tapi sudah merambah untuk keperluan perlengkapan hotel, interior, spa, dan yang lain. Pesanan pun tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga dari beberapa negara seperti Perancis, Inggris, Maladewa dan Spanyol. “Produk kami sudah masuk ke sejumlah negara, meskipun jumlah tidak terlalu banyak.

Hal ini sudah membuat kami senang” katanya. Dengan rata-rata omset hingga Rp. 250 juta perbulan, Belmont bersama istrinya dapat memperkerjakan 50 karyawan. Dirinya berkeyakinan usaha yang dibangunnya akan terus berkembang dengan keseriusan. “Saya tidak ada niat membuat usaha lain. Saya masih fokus untuk memajukan usaha ini,” katanya ditanya apakah ada keinginan membuka usaha lain lagi. Resep apa yang membuat Belmont sukses bersama usahanya. Menurutnya, untuk mencapai kesuksesan adalah keseriusan dan yakin jika usaha yang dijalani akan berhasil. Kemudian, berusaha untuk lain artinya setiap produk yang dibuat memiliki keunikan yang membedakan dengan yang lain. Istilahnya, jenis boleh sama tapi kreasinya lain. Dan, kunci paling utama dalam berbisnis seperti adalah menjamin kualitas produk tetap terjaga, “Ini menyangkut kepercayaan dan jaminan buat konsumen kita. Ini akan menentukan pilihan mereka,” sahutnya menutup pembicaraan dengan SmescoMagazine. Smesco Magazine II/2014

No comments

Powered by Blogger.