Menghadapi Persaingan Pasar Bebas, Mereka Tidak Boleh Dibiarkan Sendiri

Ahmad Zabadi, Direktur Utama LLP KUKM
Seiring makin dekatnya pelaksanaan pasar bebas ASEAN atau ASEAN Trade pada 2015 mendatang,
kesiapan LLP-KUKM mencapai tahapan yang diperhitungkan. Kenapa, karena peran lembaga ini
menjadi salah satu penentu apakah produk-produk lokal kita yang berbasis dari UKM dapat bersaing di tengah gempuran produk-produk lokal negara tetangga. Sejumlah upaya dan terobosan dilakukan LLP-KUKM agar produk lokal yang dibuat UKM negeri sesuai harapan. Dirut LLP-KUKM, Ahmad Zabadi menuturkan, pihaknya terus meningkatan kualitas SDM UKM dengan pelatihan dan pendampingan. Menurutnya, pelatihan dan pendampingantidak bisa dilepaskan dari unit kecil tersebut untuk mendapatkan hasil yang maksimal. “Pendampingan yang intesif dan masif mampu memberikan kepercayaan diri pada UKM. Mereka butuh bimbingan untuk melihat bagaimana membuat produk tersebut sesuai harapan dan memenuhi standar dalam persaingan di pasar. Jadi strategi pendampingan ini penting sekali,” katanya.

“Jangan mereka dilepaskan . Mereka harus didampingi agar mereka tahu seperti apa barang dengan kualitas ekspor dan sesuai zaman. Upaya ini bagian dari penguatan mereka juga ”

Dan lembaga yang bertanggungjawab untuk melakukan pendampingan itu adalah LLP-KUKM. Mengapa harus LLPKUKM atau SMESCO, karena lembaga ini memiliki orangorang yang berpengalaman dan tahu apa yang harus diperbuat untuk dan oleh UKM tersebut. “Kami memiliki orang-orang hebat yang akan membantu pengembangan UKM dengan produknya agar menjadi produk unggulan dan berkualitas,” katanya.
Menurut data, kurang lebih 70% pelaku usaha atau pekerja pada sektor ini berpendidikan antar SD sampai SMP. Tingkatan pendidikan yang rendah menjadi problema ketika UKM harus bersaingan dengan produk mancanegara yang notabene pelakunya berpendidikan lebih tinggi yang memiliki kreatifitas dan strategi yang mumpuni. Mereka-mereka itu tidak boleh dilepaskan atau dibiarkan. Jika
kita melakukan pembiaran, dampaknya terasa langsung pada minat konsumen yang pada pasar ASEAN nanti menentukan pilihannya tanpa ada batasan. Produk yang baik dan berkualitas serta fleksibel terhadap perkembangan zaman, sudah pasti jadi pilihan. “Jangan mereka dilepaskan. Mereka harus didampingi agar mereka tahu seperti apa barang dengan kualitas ekspor dan sesuai zaman. Upaya ini bagian dari penguatan mereka juga,” tukas Ahmad Zabadi. Selain memberikan pendampingan intensif, sebuah layanan informasi yang akurat dan lengkap menjadi bagian tak
terpisahkan untuk menggapai harapan. Sebuah produk yang bagus sekali pun jika tidak ada yang tahu akan percuma. Adanya layanan informasi yang terbuka dan menjangkau luas berperan besar mengenalkan produk tersebut ke seluruh calon pembeli. Namun, dengan catatan informasi tersebut
tepat sasaran. Pasalnya jika tidak akan sia-sia pula. “Kami bertanggungjawab memberikan layanan informasi yang tepat dan akuran tersebut. Karenanya kami membutuhkan kerjasama dengan semua pihak agar informasi kami lengkap dengan menyampaikan data-data yang ada kepada kami untuk selanjutnya kami sampaikan. Tugas pelayanan itu menjadi tugas negara. UKM tidak perlu repot melakukan itu. Kami yang akan melakukan supaya distribusinya lancar,” jelas Ahmad Zabadi. Sebagai unit atau lembaga yang bertanggungjawab mendistribusikan informasi akan produk UKM, LLP-KUKM perlu mengajak banyak pihak untuk bekerjasama dalam upaya memperkuat usaha kecil menengah tadi serta promosinya. Membangun kerjasama dengan lembaga lain akan meyakinkan bahwa persoalan ini menjadi tanggungjawab bersama dengan pusat kendali ada di LLP-KUKM.
Menurut data, jumlah UKM di Indonesia mencapai angka 56,5 juta. Artinya jumlah ini lebih besar dari Malaysia dan Singapura. Jumlah yang besar tersebut disadari membuat lamban peningkatan kualitas. Namun, harus ada percepatan. Perlu juga, seluruh pemerintah daerah untuk bersinergi dengan asosiasi dunia usaha agar siap menghadapi persaingan global tersebut. Salah satu yang perlu diketahui kalangan UKM terhadap LLP-KUKM ini adalah adanya akses untuk layanan konsultasi secara gratis. “Silahkan datang atau hubungi kami untuk mendapatkan layanan tersebut. Kami perlu tahu apa yang terjadi dan yang dihadapi mereka. Kendala apa dan bagaimana jalan keluarnya akan
diberikan. Kami ingin memberikan pelayanan yang baik dan bisa membantu UKM-UKM tersebut. Ini dedikasi kami,” katanya. Target kedepan, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah pada 2017 adalah berupaya menjadi buyer agent produk unggulan untuk pasar lokal maupun internasional. Ahmad Zabadi, mengemukakan sebelum mencapai
target itu, ada beberapa fase yang harus dilalui atau dicapai. Dalam waktu dekat misalnya, LLPKUKM bertekad menjadi pusat pengendalian mutu dan desain produk yang dihasilkan pelaku usaha sektor riil. Secara khususnya targetnya untuk berbagai komoditas unggulan yang dipasarkan untuk pasar nasional. Pada 2015 nanti pihaknya akan menjadi pusat pengembangan produk KUMKM berorientasi ekspor. Selanjutnya, pada 2016 meningkat menjadi pusat layanan promosi dan pemasaran KUMKM untuk level nasional hingga internasional. Pada akhirnya fungsi LLP akan menjadi buyer agent berbagai produk unggulan pada pasar lokal dan global. Inilah rencana besar lembaga layanan pemasaran yang berada di bawah naungan Kementerian Koperasi dan UKM itu. Untuk mencapai itu, ada beberapa strategi yang akan dilakukan LLP-KUKM. Seluruh produk akan ditingkatkan kualitasnya atas dorongan dari koperasi sebagai wadah UMKM. Setelah itu perkembangan didukung aliansi UMKM. Oleh karena itu layanan yang disediakan bisa mewujudkan
infrastruktur pemberdayaan KUMKM di bidang pemasaran yang kompetitif. Sedangkan misi lembaga adalah memperluas akses pasar melalui peningkatan promosi dan jaringan pemasaran dengan juga mengoptimalisasi SME Tower sebagai gerbang utama promosi danpemasaran produk KUMKM.* II/2014 Smesco E-Magz

No comments

Powered by Blogger.